Thursday, November 24, 2011

putus tali

petang-petang tenang,
walau angin kencang.
pulang dari Tanjung Karang
melihat si anak gembira
ayahnya bawa ke pantai, bermain layang-layang.




bagaimana mahu diterbangkan layang-layang,
mahu diikat tali,
kau takut luka di jari.


bagaimana mahu diterbangkan layang-layang,
melihat cerahnya langit,
terlalu kau bimbang anginnya kencang.

bagaimana mahu diterbangkan layang-layang,
andai tinggi ia pergi,
kau takut talinya putus,
terbang tak pulang.


jadi inginku tanya duhai sayang,
sesudah putih warna pelangi,
sudikah kau terbang tinggi?


atau kau masih belum berani?







aku tanyakan pada diri sendiri (lah)
(terima kasih awak yang gigih ambil gambar guna kamera fon awak,okebai)




.


12 comments:

Anonymous said...

boleh tak tak faham?hehe

...antikapel... said...

tg karang?
kg saya tu....aisyah orang tg karang gak?meh la singgah rumah...:)

-hazen said...

terbanglah layang-layang
petang indah angin menderu
naiklah tinggi ke awan
apa dikira sakit jarimu

terbanglah layang-layang
terbang tinggi melihat bumi
kejarlah burung melayang
usah kauhirau terputus tali

terbang jauh jangan pulang
terbang tinggi jangan kembali
layang-layang yang tidak terbang
seperti sampan tiada kemudi

*

jawabku abang,
hitam-putih pelangi
layang-layangku kan tetap tinggi

kalaupun aku belum berani.



Ingat dah kena tanam blog ni.keh3

Anonymous said...

nak like komen hazen banyak2!

Anonymous said...

http://tepianmuara.blogspot.com/2010/12/perempuan-dan-layang-layang.html

Heart Box said...

caya la -hazen. terbang je aisyah.. apa nak takut nya...

Aimi Syahirah :) said...

Kakak masih terbaik :)
Tak pernah satu tulisan pun mengundang jemu.


Jawapan HAZEN tu, mmg ngam!

sinchiro said...

layang2 bwk sinchiro terbang ke masa silam yg indah
-arigato ya Aishah

tepianmuara said...

ya Hazen, begitulah.
tapi kau lebih tahu kan, layang-layang tak terbang seorang.

bukan ia tak mahu.

kadang setelah pelangi putih,
angin tak kencang lagi.


antara layang-layang, tali, kemudi, dan angin, siapa yang harus lebih berani sebenarnya?
jangan jawab. haha

oh, sori tuan rumah, masuk tak berjemput. =)

Hidayatullah said...

salam ziarah..

layang2 putus tali mcm kita putus dengan Allah.. bila kita takde hubungan dgn Allah.. kita jd layang2 yg terhuyung hayang

Aishah Nur Hakim said...

nanti insyaAllah aishah reply ya!

*maafin!*

Aishah Nur Hakim said...

Anony,
cuba cerita, tang mana tak faham?

bukan untuk difaham kok.



antikapel,
saya ke tanjung karang baru dua kali kalau tak silao seumur hidup.,
sekali rombongan ke sawah2 dan ladang,
sekali lagi pergi kenduri
tempatnya indah bangat!
saya sangat sangat sangat suka!

orang2nya pun santun~


heart box,
kamu tak tahu betapa menakutkan memandang ke bumi dari langit yang tinggi!
ecewah >_<







shafiq,
yelah yelah,
doakanla blog akak ni kena tanam
>_<


awak,
akak tak dapat nak luahkan apa akak nak tulis balas komen awak dan haniff.

kalian,
sepereti biasa,
begitu mengerti.
(sebab ada orang silap faham oh)




Aimi sayang,
hazen tu bahaya tu,
bisa menambat dengan kata,
alhamdulillah, baik2 anak muda zaman sekarang

heee :)





Fami,
kenangan dengan cik bulan ke?
heee.
bertabahlah fami!




hidayatullah,

semoga takkan pernah putus tali itu

"berpegang teguhlah kamu dengan tali Allah"




Haniff,

bahkan
tentang soalan,dan jawapan yang tak berkesudahan

....

kalaulah angin, tali, layang dan kemudi bisa saling mengerti!




haniff dan shafiq,
sila jangan buat akak terharu okeh.


*jiwa kental di sini!*
haha

perempuan

bismillah

It’s a habit of yours to walk slowly.
You hold a grudge for years.
With such heaviness, how can you be modest?
With such attachments, do you expect to arrive anywhere?

Be wide as the air to learn a secret.
Right now you’re equal portions clay
and water, thick mud.

Abraham learned how the sun and moon and the stars all set.
He said, No longer will I try to assign partners for God.

You are so weak. Give up to Grace.
The ocean takes care of each wave
till it gets to the shore.
You need more help than you know.
You’re trying to live your life in open scaffolding.
Say Bismillah, In the Name of God,
as the priest does with a knife when he offers an animal.

Bismillah your old self
to find your real name.


Maulana Jalaludin Rumi

FOR HEAVEN'S SAKE, MY HEART!

By Gibran

For heaven's sake, my heart, keep secret your love,
and hide the secret from those you see
and you will have better fortune.

He who reveals secrets is considered fool;
silence and secrecy are much better for him
who falls in love.

For heaven's sake, my heart, if someone asks,
"What has happened?" do not answer.
If you are asked, 'Who is she?"
Say she is in love with another.
And pretend that it is of no consequence.

For heaven's sake, my love, conceal your passion;
your sickness is also your medicine because love
to the soul is as wine in a glass- what you
see is liquid, what is hidden is its spirit.

For heaven's sake, my heart, conceal your troubles;
then, should the seas roar and the skies fall,
you will be safe.



.

bukan semua soalan ada jawapan kan?

awak tak follow bukan sebab awak tak sayang, kan?

FEEDJIT Live Traffic Feed