Sunday, April 17, 2011

tangan yang menyapa angin~








(kredit gambar untuk jurufotonya masing2. dari tumblr saya)





.
dia memilih untuk tunggu, dan menanti.
yakin dia:
angin yang membelai saat leka berbuai,
adalah bayu yang sama meninggikan layang-layang

.

dia memilih untuk sabar
dan percaya.
yakin dia:
tangan yang menghayunkan buainya nanti,
bisa tangan yang sama memegang tali layang-layangnya yang terbang tinggi
.



kali ini, menunggu kerana sabar.
tidak berdiri, tidak mendaki.

cuma menikmati.



dan tujuan kita sama, kan?
dan yakin Tuhan sentiasa bersama.
dalam sabar dan taqwa.




(ya, untuk kamu..yang hati berdegup saat membaca. sila cukup cerdik untuk faham)




.

6 comments:

shahirahkhairudin said...

*mata berkaca*

biar untuk siapa pun tulisan indah ini aishah tujukan, itu jalan yang sedang saya pilih sekarang, meskipun saya tidak tahu apa nanti saya akan ada di tempat yang saya mahu ada.

tak tahu apa yang tertulis di atas kalam takdir milik saya. saya tetap menanti..

Anonymous said...

juga menanti.

[agaknya sape yang akak maksudkan ??]

semoga baik2lah.

ye.

=)


zulkhairi

ieymaa said...

nice entry :)
sabar menanti~

Husna said...

Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk (Surah al-Baqarah : 45)

^_^ sabar itu sebenarnya indah kan?

:)

Ibnu Mutalib said...

menanti terus menanti.
masanya kan tiba jua.

fuad ansari said...

Penantian itu satu penyeksaan.. eh silap lak..

Penantian itu menguji keimanan.. (",)

Bersabarlah, kerana dalam kesabaran itu ada kejayaan.. (",)

perempuan

bismillah

It’s a habit of yours to walk slowly.
You hold a grudge for years.
With such heaviness, how can you be modest?
With such attachments, do you expect to arrive anywhere?

Be wide as the air to learn a secret.
Right now you’re equal portions clay
and water, thick mud.

Abraham learned how the sun and moon and the stars all set.
He said, No longer will I try to assign partners for God.

You are so weak. Give up to Grace.
The ocean takes care of each wave
till it gets to the shore.
You need more help than you know.
You’re trying to live your life in open scaffolding.
Say Bismillah, In the Name of God,
as the priest does with a knife when he offers an animal.

Bismillah your old self
to find your real name.


Maulana Jalaludin Rumi

FOR HEAVEN'S SAKE, MY HEART!

By Gibran

For heaven's sake, my heart, keep secret your love,
and hide the secret from those you see
and you will have better fortune.

He who reveals secrets is considered fool;
silence and secrecy are much better for him
who falls in love.

For heaven's sake, my heart, if someone asks,
"What has happened?" do not answer.
If you are asked, 'Who is she?"
Say she is in love with another.
And pretend that it is of no consequence.

For heaven's sake, my love, conceal your passion;
your sickness is also your medicine because love
to the soul is as wine in a glass- what you
see is liquid, what is hidden is its spirit.

For heaven's sake, my heart, conceal your troubles;
then, should the seas roar and the skies fall,
you will be safe.



.

bukan semua soalan ada jawapan kan?

awak tak follow bukan sebab awak tak sayang, kan?

FEEDJIT Live Traffic Feed