Sunday, January 1, 2012

Fasa Para Para Sakura

Bismillah
Dengan namaMu Ya Allah, kami hidup.
Selawat dan salam ke atas Junjungan Mulia, Muhammad s.a.w dan ahli keluarga baginda.

Alhamdulillah.
atas setiap kurnia
mahu yang bisa dipegang, dilihat, didengar, atau cuma dirasa.
Tidak ada yang memberi selain Dia



Saya baru saja pulang dari jamuan BBQ bersama guru-guru, pamit awal kerna ada baju harus dibasuh dan esok perlu ke kelas lagi awal pagi. Dan siang tadi berforum di sekolah. Begitulah hari terakhir saya di tahun 2011.

Ada yang menanya, tidakkah haram meraikan tahun baru, mengiktiraf kalendar kristian. Di bahagian mana ya kristiannya perkiraan tahun Masihi? bukankah tahun Masihi dihitung mengikut putaran matahari? Dan bukankanh matahari itu makhluk Allah yang tidak pernah lelah mahupun merungut kebosanan. Meminjamkan cahaya buat seluruh alam? Di dalam surah al Kahfi, tidakkah Allah menggunakan peredaran matahari sebagai perhitungan?

Saya tidak tahu.
Pardon my ignorance.

Cahaya.
Ada yang begitu istimewa tentangnya.
Pandangan mata,
jatuhnya kerana cahaya.
Mata tidak memberi cinta.
Masa tidak memberi rasa.

Masa.
Beredar.
Ada apa dengannya?
Tadi terfikir, mungkinkah masa yang memberi pengalaman, atau sebenarnya sekadar tali yang menghubungkan pemerhatian dan fikiran, lalu menyulam kehidupan. Dalam bentuk apa wujudnya makhluk yang bernama masa?




Kata teman yang saya senangi; time heals what reason can't. Wise, he is.
The heart has reasons that reason does not understand.
And poetry heals the wounds inflicted by reason.

Doesn't Quran heal us all? Don't you feel?

_____________________________________________________________________

Tahun baru.

Sebenarnya. Saya  merasa sedang berada dalam fasa yang paling ajaib sepanjang tempoh kewujudan saya di dunia. Seorang Ustaz pernah berpesan (atau sebetulnya, menanya)...berapa umur kalian? Disuruh kami memejam mata. Ingat kembali selama mungkin pengalaman hidup dan hanya buka mata apabila tak mampu lagi mengimbau usia sendiri. Saya tidak ingat berapa lama mata saya terpejam.

Kata Ustaz (dipanggil Sheikh sebenarnya), usia kita boleh digambarkan seberapa lama kita memejam mata.
Dan ianya sama sekali tidak ditentukan oleh berapa lama tempoh kita menghirup udara di dunia.

"Hidup kamu yang sebenar bermula saat kamu mula mempunyai hubungan dengan Allah, Maha Pencipta" begitu lebih kurang ayatnya (kuliah di dalam bahasa Inggeris, tentunya). "Cuba kamu ingat, sudah berapa lama kamu berhubung dengan Tuhan, dengan sebenar-benar terhubung (connected)"

Bila saat kamu benar-benar hidup?

Bukan jasad, tapi jiwa.

Alhamdulillah.

Di fasa yang ini, saya sedang merasa sebuah kemanisan. Saya tidak dapat menjelaskan kemanisan yang bagaimana. Tapi apa yang sedang saya rasa adalah rasa yang hampir sempurna dan begitu tak terbeli di mana-mana. Fasa kehidupan yang ini, Allah anugerahkan dengan begitu indah dan manis sekali.

Mind you, manis itu tidaklah wujud dengan gula semata.
Kadang-kadang kemanisan itu wujudnya bagai berlian yang cuma terhasil dengan tekanan bumi yang teramat kuatnya.

Hidangan kemanisan ini bukan tidak ada pahitnya.
Malah yang pahit itu memberi rasa yang begitu istimewa.

Saya selesa dengan perjalanan hidup seharian saya.
Saya selesa dengan jadual pagi ke malam saya. Saya senang dengan kerja dan tugasan yang perlu saya laksanakan.
Saya bahagia dengan orang-orang yang Allah anugerahkan untuk saya berkenal-kenalan.
Saya bahagia dengan teman dan keluarga yang masih tinggal.
Saya gembira dengan tilam dan bantal dan rak buku dan kasut dan beg tangan dan meja tulis dan stokin tidur yang saya punya. hah.

Hingga ada saat, saya tak dapat membayangkan, kebahagiaan bagaimana yang boleh saya pinta lagi dari Tuhan yang menggenggam jiwa-jiwa manusia.

Saya tak dapat membayangkan kehidupan bagaimana yang harus saya harapkan.
Bukan tidak ada yang perlu saya baiki.
Tapi saya bersyukur dengan kondisi hati.
Jasad saya bagai sudah mesra dengan ruhnya, hati saya bagai sudah berdamai dengan akal.

Tentu saja, banyak ruang untuk diperbaiki dan dipulihkan, tapi untuk sampai ke tahap sekarang...saya amat tahu harga yang pernah tergadaikan.

Iman.
Turun naiknya setiap ketika.
Saya tidak tahu bagaimana keadaannya sebentar lagi atau esok hari.

Tapi cukuplah, izinkan saya berbahagia dengan hati yang ini.
Bukan hati yang baru.
Usang. Rapuh.
Penuh jahit dan tampal di sana sini.

Sedih. Bukan tak ada.
Ujian. Bukan tak kunjung tiba.
Sakit. Bukan tak menjenguk jiwa.
Ada.
Cuma sistem pengendalian dan kawalan kualitinya makin bijak bekerja.
Bahkan, ada rancangan "damage control" yang berkesan saya kira.

Setiap luka pasti akan sakit.
Tapi ingat, setiap luka pasti akan sembuh.

:)
lucu.
mengenang bagaimana saya paling tidak tahu mengurus hati.
lalu Alah uji lagi dan lagi.

Esok.
Saya tidak pasti.
Andai nyawa dicabut malam ini.
Iznkan saya pergi dengan berpuas hati.
Mohon redha dari Ilahi.
Harapnya ayah dan umi bisa tersenyum melambai pergi.


Di fasa kehidupan yang ini.
Yang penuh harum bunga.
Walau dalam sembunyinya duri berbisa.
Izinkan saya menzahir bahagia.
Mngucap syukur.
Mendakap sempurna.

Izinkan saya bersujud lama.
Izinkan saya mengangkat tangan.
Izinkan saya menikmati hujan.
Izinkan saya mendongak mencari awan.
Izinkan saya melihat pelangi dalam polosnya langit siang.


Sehingga tidak ada nikmatNya yang saya dustakan.





Yuk.
Raikan kehidupan.
Panjatkan kesyukuran.


Salam sayang.



err.
ini:



boleh?


Merasa bahagia, tidak menghalang kita dari punya impian. Kan?





.

6 comments:

Yana Lan said...

Saya bahagia kerana Allah kenalkan saya dengan kakak yang baik seperti Kak Aishah Nur Hakim. :)

Anonymous said...

aishah,jawab plz..

As said...

Hampir menitik airmata.
Kita merasa apa yang sama.

"Tentu saja, banyak ruang untuk diperbaiki dan dipulihkan, tapi untuk sampai ke tahap sekarang...saya amat tahu harga yang pernah tergadaikan."

Copy this.

True enough for me.
Right now, and hopefully forever.

May Allah bless, my dear.

abuyusof said...

segala puji-pujian hanya buat Allah sahaja..

tapi saya terpana dengan tulisan ini.. yang kata dia tak pandai menulis :P

Aishah Nur Hakim said...

Maz.
amboii.
alhamdulillah
allah bagi kenal awak
(di fesbuk pulak tu! haha)

akak jahatla, kek velvet pun tak reti2 lagi
^^"


Anon.
not here.
oh plis.



As.
:)
kisah kita jauh dari kisah mereka di kurun yang mulia,
tapi kita meyembah Tuhan yang sama
indahnya Allah merencana



Abang AY.
hik

yelah.
tak menulis macam abang
sepatah dua dah terkesan.

semua dari Allah

:)

abuyusof said...

kta menulis sekadar menulis.. apa2 yang meninggalkan kesan pada sipembaca adalah bonus..

teruskan menulis..

perempuan

bismillah

It’s a habit of yours to walk slowly.
You hold a grudge for years.
With such heaviness, how can you be modest?
With such attachments, do you expect to arrive anywhere?

Be wide as the air to learn a secret.
Right now you’re equal portions clay
and water, thick mud.

Abraham learned how the sun and moon and the stars all set.
He said, No longer will I try to assign partners for God.

You are so weak. Give up to Grace.
The ocean takes care of each wave
till it gets to the shore.
You need more help than you know.
You’re trying to live your life in open scaffolding.
Say Bismillah, In the Name of God,
as the priest does with a knife when he offers an animal.

Bismillah your old self
to find your real name.


Maulana Jalaludin Rumi

FOR HEAVEN'S SAKE, MY HEART!

By Gibran

For heaven's sake, my heart, keep secret your love,
and hide the secret from those you see
and you will have better fortune.

He who reveals secrets is considered fool;
silence and secrecy are much better for him
who falls in love.

For heaven's sake, my heart, if someone asks,
"What has happened?" do not answer.
If you are asked, 'Who is she?"
Say she is in love with another.
And pretend that it is of no consequence.

For heaven's sake, my love, conceal your passion;
your sickness is also your medicine because love
to the soul is as wine in a glass- what you
see is liquid, what is hidden is its spirit.

For heaven's sake, my heart, conceal your troubles;
then, should the seas roar and the skies fall,
you will be safe.



.

bukan semua soalan ada jawapan kan?

awak tak follow bukan sebab awak tak sayang, kan?

FEEDJIT Live Traffic Feed